Sesi IV: Think Differently, Change Others

| Sabtu, 20 November 2010 | 16.00 - 23.00 | Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail |


PAPA HAU (2008)
| Fiksi | 11'13'' | Indonesia | Sutradara: Yandy Laurens |


Masa menuju era reformasi, di mana Indonesia dipenuhi banyak protes dan tindakan anarkis menyerang bangsa sendiri. Etnis Tionghoa menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan, menjadi korban anarkis dari kelompok yang menyebut diri mereka pribumi. Kekerasan fisik, penghancuran rumah-rumah milik warga Tionghoa, dan pemerkosaan terhadap perempuan-perempuan dari etnis tersebut. Di dalam film ini diceritakan seorang perempuan etnis Tionghoa yang menjadi korban pemerkosaan pada masa itu, memilih untuk tetap melahirkan anaknya walaupun kejadian tersebut tetap saja merenggut kewarasannya. Suaminya dengan sepenuh hati membersarkan anak tersebut seperti anaknya sendiri. Pada suatu saat, si Anak melihat perbedaan antara dirinya yang ‘hitam’ dan orang tuanya yang berkulit ‘putih’.
Dalam film ini sisi creator ditunjukkan dari keberanian sang sutradara film untuk mengangkat isu diskriminasi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia, dan berusaha untuk menyadarkan masyarakat akan diskriminasi sosial yang masih kuat di sekitar kita, tanpa kita sadari.


PEREMPUAN PUNYA CERITA (2007) - Uncensored
| Fiksi | 109' | Indonesia | Sutradara: Upi Avianto, Nia Di Nata, Fatimah Rony, Lasja F. Susatyo |

Empat perempuan, empat cerita: Sumantri (Rieke Dyah Pitaloka) divonis menderita kanker dan harus dirawat. Ia pun meninggalkan Wulan (Rachel Maryam), seorang wanita istimewa baginya. Safina (Kirana Larasati), seorang pelajar SMA di Yogyakarta, jatuh cinta kepada Jay Anwar (Fauzi Baadila), turis dari Jakarta. Esi (Shanty) mendapati kekasihnya, Narto, melecehkan Maesaroh, anaknya. Beruntung, Cicih (Sarah Sechan), primadona klub memberikan perlindungan dan tempat tinggal. Laksmi (Susan Bachtiar) harus bertahan untuk mengasuh Belinda, putrinya, tanpa penghasilan dan dengan kondisi semakin lemah karena virus HIV/AIDS. 
Sutradara film ini membuat suatu media berupa film agar orang-orang peka terhadap isu-isu yang ditampilkan dalam film. Melalui film tersebut diharapkan masyarakat lebih peduli agar masalah tersebut dapat dicari jalan keluarnya.



Pembicara
ALEXANDER SRIEWIJONO, menyelesaikan studi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, dan memperoleh gelar Master in Management, khususnya di bidang Human Resources dari Westminster University, Inggris. Beliau merupakan psikolog yang dikenal melalui tulisannya di majalah-majaah dan yang diterbitkan dalam buku-bukunya: Answer Your Question (2004), The Career Handbook (2006), dan Talkinc Points (2008). Beliau juga dikenal sebagai pembawa acara talkshow televisi (“His Friends and The City”) di stasiun televisi O-Channel), talkshow radio (“Cosmopolitan Career Radio Talkshow”- Cosmopolitan FM), serta pembicara dalam berbagai seminar dan workshop.


Special Performance: 

White Shoes & The Couples Company terbentu pada tahun 2002 di sebuah kampus kesenian di bilangan Jakarta Pusat. Dua mahasiswa Seni Rupa: Aprilia Apsari (Sari) dan Yusmario Farabi (Rio), yang sedang menjalin hubungan asmara memutuskan untuk membuat sebuah grup musik dengan mengajak teman dekat satu fakultas mereka yang bernama Saleh. Maka terbentuklah formasi pertama grup musik White Shoes & The Couples Company. Sari pada posisi vokal dan violin, Rio pada posisi gitar rythm serta Saleh pada posisi gitar melodi. Atas dasar kebutuhan, kemudian Sari dan Rio mengajak sepasang suami istri dari fakultas musik, Ricky pada posisi Bass dan Cello serta Mela pada posisi Keyboard, Piano dan Viola. Terakhir Ricky mengusulkan untuk merekrut kenalannya, John Navid yang juga dari fakultas musik untuk menduduki posisi drumer.



HTM Atma        : Rp 10.000,-
        Non Atma : Rp 15.000,-